Fase Turunnya Al-Quran , Ciri-ciri dan Bentuk-Bentuknya.
Proses turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Adalah melalui
tiga tahap, yaitu :
Tahap
Pertama Turun Di Lauh Mahfudz (اللوح المحفوظ )
بل
هو قرأن مجيد . في لوح محفوظ.
Artinya :
Bahkan yang didiustakan itu ialah Al-qur’an yang mulia yang tersimpan di Lauhul
Mahfuz (QS. Al-Buruj 21).
Wujudnya Al-qur’an di Lauhul Mahfuz adalah
dalam suatu cara dan tempat yang tidak bias diketahui kecuali oleh Allah
sendiri dalam Lauhul Mahfuz Al-qur’an berupakumpulan lengkap tidak
terpisah-pisah
Tahap
Kedua Di Baitul Izzah (بيت العزة )
yaitu
tempat mulia di langit yaitu langit pertama, atau langit yang terdekat dengan
bumi. Berdasarkan firman allah:
إِِِِنَّا
أَنْزَلْناَهُ فِى لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
Artinya:
sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang diberkahi.
(QS. Ad-dukhan: 3)
Ayat
tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur’an tahap kedua ini dan cara turunnya,
yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur’an dari lauhul mahfudz ke
baitul izzah, sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW
Tahap
Ketiga.
Al-Qur’an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. Artinya, Al-Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad, baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW, maupun dari balik tabir.
Al-Qur’an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. Artinya, Al-Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad, baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW, maupun dari balik tabir.
Dalilnya
ayat Al-Qur’an antara lain:
ولقد
أنزلناه إليك ايت بينت
Artinya:
dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas.” (Q.S.
al-baqoroh:99)
نزل
به الروح الامين . على قلبك لتكون من المنذربن
Artinya:
ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu
(Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi
peringatan.” (Q.S. asy-syu’ara: 193-194)
Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui Malaikat
Jibril, tidak sekaligus, melainkan turun sesuai dengan kebutuhan, Bahkan,
sering wahyu turun untuk menjawab pertanyaan para sahabat yang dilontarkan
kepada Nabi atau unuk membenarkan tindakan Nabi SAW. Di samping itu, banyak
pula ayat atau surat yang diturunkan tanpa melalui latar belakang pertanyaan
atau kejadian tertentu.Di samping hikmah yang telah diisyaratkan ayat di atas,
masih banyak hikmah yang terkandung dalam hal diturunkannya Al-Quran secara
berangsur-angsur , antara lain sbb :
1.
Memantapakan
hati Nabi
Ketika menyampaikan dakwah, Nabi sering berhadapan dengan para
penentang. Turunnya wahyu yang berangsur-angsur itu merupakan dorongan
tersendiri bagi Nabi untuk terus menyampaikan dakwah.
2.
Menentang dan
melemahkan para penentang Al-Quran;
Nabi sering berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan sulit yang
dilontarkan orang-orang musyrik dengan tujuan melemahkan Nabi. Turunnya wahyu
yang berangsur-angsur itu tidak saja menjawab pertanyaan itu, bahkan menentang
mereka untuk membuat sesuatu yang serupa dengan Al-Quran. Dan ketika mereka
tidak mampu memenuhi tantangan itu, hal itu sekaligus merupakan salah satu
mukjizat Al-Quran.
3.
Memudahkan
untuk dihapal dan dipahami;
Al-Quran pertama kali turun di tengah-tengah masyarakat arab yang
ummi, yakni yang tidak memiliki pengetahuan tentang bacaan dan tulisan.
Turunnya wahyu secara berangsur-angsur memudahkan mereka untuk memahami dan
menghapalkannya.
4.
Mengikuti
setiap kejadian (yang karenanya ayat-ayat Al-Quran turun) dan malakukan
penahapan dalam penetapan dalam penetapan syari’at.;
5.
Membuktikan
dengan pasti bahwa Al-Quran turun dari Allah yang mahabijaksana.
Ciri-ciri Al-qur’an
Adapun ciri-ciri Al-qur’an
sebagai berikut:
1.
Menggunakan bahasa Arab
2.
Terdiri 6666 ayat, 30 juz, 114 Surah
3.
Kitab suci umat islam
4.
Di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW
Tidak ada komentar:
Posting Komentar